
Kami percaya bahwa buku yang dipersonalisasi memiliki keistimewaan tersendiri, mulai dari meningkatkan kemampuan literasi hingga menumbuhkan empati. Selain meningkatkan minat membaca anak melalui buku yang diperankan oleh dirinya sendiri, rupanya ada berbagai manfaat tersembunyi lainnya juga:
1. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Penelitian dari NLT (Natural Language Technology) menunjukkan bahwa melihat diri mereka dalam buku membantu anak merasa diterima di dunia literasi dan jadi bagian dari proses membaca. Personalisasi dan rima yang menarik sangat membantu pembaca pemula. Dengan buku yang dipersonalisasi, anak-anak bisa mulai mengenali diri mereka sebagai pembaca sejak kecil, dan membuat mereka lebih unggul hingga tiga tahun lebih cepat dalam membaca saat mencapai usia 12 tahun.
2. Mengasah Pemahaman Nilai dan Karakter Positif Anak
Buku kami dirancang untuk membangun gambaran diri positif dan rasa percaya diri anak-anak, terutama melalui buku personal All The Things You Can Be. Buku ini membantu anak memahami nilai-nilai seperti keberanian, integritas, dan kebaikan sebagai fondasi karakter kuat. buku ini efektif mengajarkan kualitas positif secara konkret, memperlihatkan bahwa karakter adalah alat berharga untuk menghadapi tantangan. Dengan personalisasi, anak-anak diajak menyadari kekuatan dan potensi luar biasa yang mereka miliki.
3. Meningkatkan Kemampuan Belajar dan Literasi Anak dengan Cepat
Buku personalisasi efektif membantu anak belajar lebih cepat dan termotivasi. Dengan terhubung pada cerita, anak lebih mudah menyerap kosakata baru. Penelitian oleh Sénéchal dkk. (1996) menunjukkan anak prasekolah berbicara lebih banyak saat membaca buku personal dan lebih cepat menguasai kosakata dibandingkan membaca teks biasa.
4. Meningkatkan Kemampuan Anak untuk Berempati
Cerita membantu anak memahami sudut pandang, emosi, dan keinginan orang lain. Penelitian Carnegie Mellon menunjukkan bahwa membaca cerita membuat otak menghidupkan pengalaman karakter. Saat anak menjadi tokoh utama, mereka membayangkan diri melakukan hal heroik, menolong, dan mengeksplorasi dunia, yang secara alami meningkatkan empati mereka.
5. Mengurangi Kesenjangan dalam Representasi Keberagaman
Buku kami dirancang untuk merangkul semua anak tanpa prasangka, memungkinkan mereka melihat diri sebagai pahlawan dalam cerita. Dengan hanya 4% buku anak menampilkan karakter dari kelompok minoritas, kami menciptakan cerita yang lebih inklusif, meski belum sempurna, untuk mendekatkan representasi ke arah yang lebih setara. (Sumber data : Buku "Empat Kisah" yang diterbitkan oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)).